Takut Disuntik Dokter, Hahaha
Anak saya yang sulung, kayaknya santai saja kalau diajak pergi ke dokter. Tampaknya anak-anak jaman sekarang, seperti anak saya. Kesan dokter yang tampak ‘mengerikan’ di mata anak-anak kini berganti dengan kesan yang akrab, friendly dan menyenangkan. Berbeda dengan jaman saya. Tahu mau dibawa ke dokter saja, sudah membuat takut. Apalagi ketika melihat tempat prakteknya, dan masuk ke ruangannya.
Disuntik. Ini yang membuat kami takut. Sebenarnya sih, rasanya tidak terlalu sakit. Tapi entah kenapa, perasaannya kok takut sekali. Apa dasarnya saya penakut? Hehehe. Jaman sekarang, dokter jarang menyuntik pasien anak-anak. Berbeda prosedurnya kali.
Langganan keluarga kami adalah seorang mantri yang rumahnya di ibukota kecamatan. Menurut teman-teman, mantri tersebut kalau menyuntik suka lama dan dalam suntikannya. Sehingga kalau sudah disuntik, bekasnya masih terasa. Saya terkadang mau disuntik, terkadang tidak.Yah, namanya juga anak-anak.
Suatu hari gusi saya bengkak. Oleh ibu, saya di bawa ke mantri tersebut. Wah, rasanya: takuut sekali. Nah, pada saat saya mau disuntik, saya lari. Sehingga ibu, pak mantri beserta keluarganya mengejar saya. Saya terus berlari dan tidak tertangkap. Hehehe. Berlari dan terus berlari, hingga sampai ke pinggir jalan raya.
Pak mantrinya akhirnya tidak jadi menyuntik. Tapi Alhamdulillah, gusi saya akhirnya sembuh juga.Yah, itu sedikit pengalaman masa kecil saya. Bagaimana dengan anda?
Tinggalkan sebuah Komentar