Gengsi 1/2 Hati

Ada-ada saja ulah teman saya ini. Ceritanya pas dia lagi PKL di sebuah kantor, dia ditawarin makanan sama pegawai kantornya. Harusnya dia senang, soalnya dapat rejeki nomplok. Tapi mungkin karena gengsi, dia tolak tawaran tersebut dengan setengah hati. Ini dialognya antara X (bukan nama sebenarnya) selaku teman saya dengan Y(bukan nama sebenarnya lagi) selaku pegawai kantor.

Y: Dik makan ya
X: Gak usah bu
Y: Sama nasi padang ya
x: Iya bu
Y: ……..

Sungguh mengharukan.

Anak saya yang sulung, kayaknya santai saja kalau diajak pergi ke dokter. Tampaknya anak-anak jaman sekarang, seperti anak saya. Kesan dokter yang tampak ‘mengerikan’ di mata anak-anak kini berganti dengan kesan yang akrab, friendly dan menyenangkan. Berbeda dengan jaman saya. Tahu mau dibawa ke dokter saja, sudah membuat takut. Apalagi ketika melihat tempat prakteknya, dan masuk ke ruangannya.

Disuntik. Ini yang membuat kami takut. Sebenarnya sih, rasanya tidak terlalu sakit. Tapi entah kenapa, perasaannya kok takut sekali. Apa dasarnya saya penakut? Hehehe. Jaman sekarang, dokter jarang menyuntik pasien anak-anak. Berbeda prosedurnya kali.

Langganan keluarga kami adalah seorang mantri yang rumahnya di ibukota kecamatan. Menurut teman-teman, mantri tersebut kalau menyuntik suka lama dan dalam suntikannya. Sehingga kalau sudah disuntik, bekasnya masih terasa. Saya terkadang mau disuntik, terkadang tidak.Yah, namanya juga anak-anak.

Suatu hari gusi saya bengkak. Oleh ibu, saya di bawa ke mantri tersebut. Wah, rasanya: takuut sekali. Nah, pada saat saya mau disuntik, saya lari. Sehingga ibu, pak mantri beserta keluarganya mengejar saya. Saya terus berlari dan tidak tertangkap. Hehehe. Berlari dan terus berlari, hingga sampai ke pinggir jalan raya.
Pak mantrinya akhirnya tidak jadi menyuntik. Tapi Alhamdulillah, gusi saya akhirnya sembuh juga.Yah, itu sedikit pengalaman masa kecil saya. Bagaimana dengan anda?

Lagi Iseng

Lagi nganterin istri sama anak, daripada nunggu, maen ke warnet aja.hehehe.Gimana khabarnya, teman-teman?

Siap-siap mau liburan panjang lagi nih, rencana mau kemana? Saya sekeluarga mau ke Garut. Insya Allah.

Perumpamaan orang yang menasehati adalah perumpamaan perjalanan antara aku dan engkau.Tujuan kita sama,sebuah tempat yang indah,yang belum pernah kita bayangkan keindahannya.Tapi perjalanan menuju tempat itu tidak mudah,sulit sekali dan mendaki,dan sedikit sekali yang mau menempuhnya.Bekal kita hanya petunjuk yang diberikan kepada kita,tanpa petunjuk itu kita tidak bisa mencapai tujuan,bahkan mungkin tersesat menuju jalan yang lain atau terjatuh ke jurang yang terdapat di kiri kanan jalan.

Tapi kawan,kadang aku tersesat,aku menempuh jalan yang berbeda dengan petunjuk yang diberikan.Engkaupun segera menyeru,”Wahai kawan,engkau memasuki jalan yang salah! Jalanmu tidak sesuai dengan yang ada di petunjuk!” Aku tahu kawan,engkau memperingatkanku karena engkau sayang kepadaku.

Tapi kawan,setelah sekian lama perjalanan,aku menjadi capek dan jenuh.Kulihat banyak fatamorgana yang seolah memanggil-manggil aku untuk memasukinya.” Kemari wahai musafir,aku mempunyai jalan pintas menuju ke tempat yang engkau tuju.” Aku tidak tahu wahai kawan,bahwa jalan penuh fatamorgana itu termasuk jalan yang diperingatkan oleh petunjuk agar jangan memasukinya. Engkaupun segera menyeru,”Wahai kawan,engkau memasuki jalan yang salah! Jalanmu tidak sesuai dengan yang ada di petunjuk!” Aku tahu kawan,engkau memperingatkanku karena engkau sayang kepadaku.

Tapi kawan,setelah di perjalanan kita mendapatkan teman,sikapku mulai berubah kepadamu.Aku seolah tidak tahu,bahwa mereka mengajakku untuk melewati jalan yang salah,yang berbeda dengan yang ada di petunjuk,aku seolah tidak tahu,bahwa mereka mengajakku untuk melewati jalan yang penuh fatamorgana itu.

Engkaupun segera menyeru,”Wahai kawan,engkau jangan ikuti mereka ! Arah perjalanan mereka tidak sesuai yang ada di petunjuk !” Aku tahu kawan,engkau memperingatkanku karena engkau sayang kepadaku.

Tapi kawan,aku merasa engkau terlalu mencampuri urusanku.Tanpa sadar aku mengikuti kawan-kawan baru ku.Engkau tanpa lelah memperingatkanku.Sampai pernah engkau memperingatkanku dengan keras.Aku jadi marah kepadamu.

Tapi kawan,aku minta maaf kepadamu,aku mengikuti jalan teman-teman baruku sekarang.Kita berpisah.

Tapi engkau tetap saja berkata, ,”Wahai kawan,engkau jangan ikuti mereka ! Arah perjalanan mereka tidak sesuai yang ada di petunjuk !” Aku tahu kawan,engkau memperingatkanku karena engkau sayang kepadaku.

Halo Dunia!

Tabiat manusia,menghendaki  kebaikan datang pada dirinya

Serta menolak keburukan

Untuk itu perlu cita-cita,serta perjuangan untuk mendapatkannya.

Cita-cita tentu berbeda dengan angan-angan

Cita-cita melihat kemampuan.Sedangkan angan-angan tidak

Cita-cita adalah modal orang yang bijaksana

Sedang angan-angan adalah modal orang yang bangkrut.Yang tidak berani menghadapi kenyataan.

Kesuksesan seseorang tidak ditentukan oleh hasil yang didapatkan

Sebab,hasil yang didapatkan bisa saja lenyap

Hakikat kesuksesan yang sebenarnya adalah ketika seseorang memutuskan untuk berada pada sebuah jalan dan  dia berjuang untuk tetap berada pada jalan tersebut

Untuk itu,diperlukan sebuah ketekunan dan semangat pantang menyerah.

Jatuh bangun adalah hal yang biasa

Setiap manusia mengalaminya

Tapi orang yang sukses,ketika jatuh dia bangkit kembali dan berusaha untuk

Tidak jatuh di lubang yang sama.

Orang yang sukses jatuh lebih banyak daripada orang biasa.Dengan itu,dia belajar

Oleh sebab itu,orang sukses mampu berlari lebih cepat

Mampu melompat lebih tinggi

daripada orang biasa.



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.